Minyak murni baik yang alami maupun yang sintesis (campuran) mengandung konsentrat yang tinggi dan bisa mencederai kulit jika digunakan langsung. Untuk itu perlu diencerkan dengan zat pelarut yang nantinya bisa membantu aroma wangi parfum menguat dan menyebar.
Pelarut untuk mengencerkan parfum yang paling umum digunakan adalah bahan-bahan sejenis alkohol/ethanol. Perbandingan (persentase volume konsentrat) antara minyak murni dan bahan pengencernya memunculkan istilah-istilah dalam peparfuman. Adapun istilah-istilah dimaksud adalah seperti berikut:
Pada berbagai parfum, semakin tinggi kadar senyawa aromatiknya akan membuatnya bertahan lama dan bau wanginya lebih tajam. Tetapi bisa saja terjadi dengan kadar aromatik yang lebih rendah bisa memberikan keharuman yang kuat dan bertahan lebih lama. Ini bisa terjadi karena pengaruh suhu badan dan kelembaban pemakai parfum juga karena ketajaman aroma wangi parfum itu sendiri yang memang cukup kuat sebelum diracik dengan pengencer.
Pelarut untuk mengencerkan parfum yang paling umum digunakan adalah bahan-bahan sejenis alkohol/ethanol. Perbandingan (persentase volume konsentrat) antara minyak murni dan bahan pengencernya memunculkan istilah-istilah dalam peparfuman. Adapun istilah-istilah dimaksud adalah seperti berikut:
- Ekstrak parfum adalah jenis parfum yang paling wangi, keharumannya bisa bertahan antara 8-12 jam dan aromanya bisa tercium pada jarak yang lumayan jauh. Kadar senyawa aromatiknya berkisar antara 20-40%
- Eau de parfum (EDP). Parfum jenis ini aroma wanginya cukup kuat dan bisa bertahan cukup lama, berkisar 4-10 jam. Kadar senyawa aromatiknya 10-30%
- Eau de toilette (EDT).Parfum jenis ini kadar alkoholnya agak tinggi tetapi aroma wanginya tidak menyengat dan mampu bertahan antara 3-6 jam. Kadar senyawa aromatiknya 5-20%
- Eau de cologne (EDC) adalah parfum dengan wangi ringan dengan kadar alkohol tinggi tetapi mampu memberi kesegaran hingga 2-4 jam. Parfum jenis ini sesuai digunakan selepas mandi. Kadar senyawa aromatiknya 2-5%
- Eau de solid (EDS) merupakan jenis parfum yang paling ringan dengan kadar aromatiknya tidak lebih dari 2% dan kadar alkohol sebagai pengencernya cukup tinggi.
Pada berbagai parfum, semakin tinggi kadar senyawa aromatiknya akan membuatnya bertahan lama dan bau wanginya lebih tajam. Tetapi bisa saja terjadi dengan kadar aromatik yang lebih rendah bisa memberikan keharuman yang kuat dan bertahan lebih lama. Ini bisa terjadi karena pengaruh suhu badan dan kelembaban pemakai parfum juga karena ketajaman aroma wangi parfum itu sendiri yang memang cukup kuat sebelum diracik dengan pengencer.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar